Inovasi Berdampak: Perjalanan Kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dalam Mentransformasi Pelayanan Publik

 

Sekelompok pegawai negeri sipil memegang buku rencana aksi percepatan IPM Provinsi Kalimantan Barat 2023-2025
Caption: Dari kiri ke kanan: Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Belu, Plt. Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Bupati Sumba Timur saat Acara IGA, 2023.
Caption: Dari kiri ke kanan: Bupati Sumba Barat Daya, Bupati Belu, Plt. Gubernur Nusa Tenggara Timur, dan Bupati Sumba Timur saat Acara IGA, 2023.

 

 

Keproaktifan USAID ERAT dalam berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia mencerminkan prioritas untuk mendorong inovasi di bidang pelayanan publik. Meski berbagai kementerian di tingkat pusat telah mendukung inovasi pelayanan publik sejak 2014, pengetahuan terkait inovasi-inovasi ini belum dikelola secara efektif. Hal tersebut menghambat pemerintah daerah dan penyedia layanan untuk mempelajari, mengadaptasi, dan mengadopsi inovasi-inovasi tersebut. Untuk mengatasi tantangan ini, USAID ERAT memulai tiga pendekatan yang komprehensif pada tahun 2022 untuk meningkatkan ekosistem inovasi. 

Strategi pertama USAID ERAT adalah meningkatkan manajemen pengetahuan inovasi di tingkat nasional. Sekitar 3.000 inovasi yang diidentifikasi oleh tiga kementerian – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) – dikurasi dan dirapikan, lalu dipublikasikan dalam satu platform terpadu. Platform ini menjadi sumber pembelajaran yang berharga, di mana para pengguna dapat mengakses e-learning yang tersedia untuk mempelajari dan meniru inovasi yang sudah terbukti sukses. 

Secara paralel, USAID ERAT memberdayakan pemerintah provinsi untuk dapat memperjuangkan inovasi lokal. Platform inovasi berbasis web dibangun di provinsi-provinsi utama tempat ERAT bekerja, termasuk Sumatera Utara, Banten, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Platform ini memfasilitasi kompetisi inovasi dan menjadi wadah untuk berbagi inisiatif sukses yang ada. Keberadaannya diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung munculnya berbagai solusi inovatif yang bisa diimplementasikan.

Elemen ketiga dari pendekatan USAID ERAT adalah memfasilitasi pembelajaran antar sesama (peer-to-peer learning) untuk mereplikasi dan mempertajam inovasi, khususnya agar dapat mengatasi tantangan pembangunan yang selalu berkembang. Salah satu contoh kegiatannya adalah peer-to-peer learning di Provinsi Banten yang menghasilkan pengembangan sepuluh inovasi di sektor pendidikan dan kesehatan berdasarkan pengalaman praktik sukses di provinsi lain. Upaya ini membuahkan hasil nyata, seperti pengembalian 28 anak putus sekolah ke sekolah-sekolah di Kota Serang.

Komitmen USAID ERAT untuk mendorong inovasi dalam pelayanan publik mendapatkan pengakuan melalui Innovative Government Award (IGA), sebuah kompetisi inovasi bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemendagri pada 12 Desember 2023 silam. Inovasi yang masuk dinilai berdasarkan Indeks Inovasi Lokal, yang mengharuskan pemerintah daerah untuk menyerahkan laporan yang merinci inovasi dalam bidang tata kelola, layanan publik, dan sektor lainnya. Berdasarkan kriteria penilaian kuantitas, kualitas, dan dampak inovasi, Kemendagri  mengkategorisasi pemerintah dan kementerian/lembaga yang mengikuti kompetisi dalam tiga kelompok yaitu “Sangat Inovatif”, “Inovatif”, dan “Kurang Inovatif.” Kompetisi ini memberikan penghargaan kepada tiga provinsi, dua kota, dan lima kabupaten dukungan USAID ERAT.

Pada kategori provinsi, Provinsi Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur tampil menonjol dan masuk dalam tujuh provinsi paling inovatif dari total 38 provinsi. Provinsi Sulawesi Selatan meraih nilai tertinggi di Kategori Wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pada kategori kabupaten, Banyuwangi di Jawa Timur menempati posisi ketiga dari 415 kabupaten, sementara Blitar dan Sidoarjo, juga di Jawa Timur, mendapatkan nominasi “Sangat Inovatif.” Di antara 93 kota, Kota Makassar di Sulawesi Selatan berhasil menempati posisi ketujuh sebagai “Paling Inovatif”, dan Kota Tangerang mendapat predikat “Sangat Inovatif”. Ada pula Belu dan Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur yang mendapat pengakuan sebagai salah satu dari lima kabupaten paling inovatif dalam Kategori Daerah Tertinggal. Dukungan berkelanjutan dari USAID ERAT telah memainkan peran penting dalam membantu pemerintah daerah mengembangkan layanan publik yang inovatif melalui berbagai kegiatan peer-to-peer learning.

Jawa Timur secara konsisten mendapatkan penghargaan di IGA dari tahun ke tahun, namun ini adalah tahun perdana Nusa Tenggara Timur mencapai penghargaan “Sangat Inovatif”. Pencapaian penting ini sebagian besar merupakan hasil dari dukungan USAID ERAT kepada pemerintah provinsi. Khususnya USAID ERAT dalam memfasilitasi kompetisi inovasi pertama di provinsi tersebut pada tahun 2022, dan berperan penting dalam pembangunan pusat inovasi provinsi, “Lopo Inovasi Flobamorata,” yang berhasil diluncurkan pada November 2023. Penghargaan ini menunjukkan dampak transformatif dari inisiatif USAID ERAT membentuk lanskap pelayanan publik yang lebih inovatif dan efektif di Indonesia.

Bagikan artikel ini pada :

Artikel Terkait

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
Loading...