Terobosan Dalam Menumbuhkan Budaya Inovasi Di Nusa Tenggara Timur

Sekelompok orang berdiri di tangga depan bangunan Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua

Sekelompok orang berdiri di tangga depan bangunan Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua

“Inovasi sedang berkembang pesat di provinsi ini tahun ini.”

Flouri Rita Wuisan, Kepala Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

 

Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan kompetisi inovasi tingkat provinsi pada 2022. Kompetisi ini berhasil mengidentifikasi 86 inovasi layanan publik yang dikembangkan oleh kantor-kantor dinas provinsi dan 22 inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah dari seluruh NTT. Kompetisi yang diadakan oleh Biro Organisasi Pemprov NTT ini kemudian memilih dan memberikan penghargaan kepada 20 inovasi terbaik.

Dulu, Biro Organisasi NTT kesulitan menemukan inovasi layanan publik, bahkan di tingkat provinsi. Meskipun kebijakan nasional “Satu Instansi Satu Inovasi” telah diluncurkan tahun 2014, Biro Organisasi NTT memiliki pengetahuan dan perangkat terbatas untuk melaksanakannya. Mereka hanya mempublikasikan kebijakan dan kompetisi inovasi tingkat nasional, tanpa upaya lebih lanjut untuk membina dan melaporkan inovasi dari dinas di tingkat provinsi dan daerah. Akibatnya, jumlah inovasi yang diajukan oleh pemerintah Provinsi NTT untuk Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB), Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Penghargaan Pemerintah Daerah (PPD) yang dipimpin oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) sangat terbatas. Data dari KEMENPAN-RB menunjukkan bahwa Provinsi NTT tidak pernah masuk dalam daftar 99 Inovasi Nasional Terbaik selama sembilan tahun terakhir (2014-2022).

Biro Organisasi NTT sayangnya memiliki kapasitas dan pengetahuan yang terbatas untuk memberikan bantuan teknis kepada calon inovator untuk mengembangkan ide inovasi mereka menjadi inovasi yang baik dan dapat bersaing di tingkat nasional. Padahal, para inovator perlu didukung untuk menghasilkan dokumentasi yang lengkap seperti merumuskan pernyataan masalah, menunjukkan aspek kebaruan, signifikansi inovasi, dan dampaknya bagi publik. Calon inovator sering kali terjebak dalam pola pikir bahwa inovasi harus melalui aplikasi teknologi tinggi dengan sumber daya berbiaya tinggi. Sebenarnya, esensi dasar dari inovasi adalah untuk memecahkan masalah, dengan atau tanpa melibatkan aplikasi IT. Karena itu, perubahan pola pikir tentang inovasi pelayanan publik sangat diperlukan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, USAID ERAT bekerja secara intensif dengan pemerintah Provinsi NTT untuk menciptakan ekosistem inovasi layanan publik di tingkat provinsi sambil meningkatkan kapasitas instansi pemerintah provinsi terkait seperti Biro Organisasi dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (BAPPELITBANGDA). USAID ERAT melengkapi ini dengan menciptakan insentif top-down dan horizontal dengan melaksanakan lokakarya di pusat inovasi provinsi di Labuan Bajo, NTT, pada September 2022.

KEMENPAN-RB, Kemendagri, dan BAPPENAS bersama-sama mendorong Pemerintah Provinsi NTT serta Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Barat mengembangkan pusat inovasi untuk membangun ekosistem inovasinya. Nota Kesepahaman resmi dengan KEMENPAN-RB juga ditandatangani pada acara tersebut. Selain insentif top-down, lokakarya ini juga memfasilitasi insentif horizontal melalui pembelajaran peer-to-peer dari pemerintah provinsi yang lebih maju dalam mempromosikan inovasi. Para pemerintah provinsi ini juga difasilitasi untuk merumuskan rencana aksi pengembangan dan pengoperasian pusat inovasi di provinsi mereka.

Setelah lokakarya tersebut, USAID ERAT membantu Pemerintah Provinsi NTT untuk memulai kompetisi inovasi layanan publik lokal pertamanya. Untuk mendukung kegiatan ini, USAID ERAT dan Pemerintah Provinsi NTT membuat tim inkubasi dengan anggota dari Biro Organisasi, BAPPELITBANGDA, perguruan tinggi, Ombudsman Provinsi, inovator senior, dan media. Kemudian, tim ini mendapat pelatihan mengenai bagaimana cara membina dan menemukan inovasi layanan publik, membantu inovator dalam mempromosikan dan membuat dokumentasi yang baik mengenai inovasinya, termasuk menyiapkan narasi latar belakang yang baik tentang inovasi mereka. Para individu yang dilatih ini dapat mendukung pemerintah provinsi dalam mengadakan klinik pelatihan untuk inovator potensial dan juga bertindak sebagai evaluator untuk kompetisi inovasi layanan publik Provinsi NTT yang pertama.

Strategi ganda ini berhasil dengan baik di lapangan. Sebelum kompetisi diluncurkan, Pemerintah Provinsi NTT mengundang semua kantor provinsi dan 22 pemerintah kabupaten/kota ke Kupang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka tentang inovasi sektor publik. USAID ERAT kemudian mendukung tim inkubasi untuk membantu calon inovator dalam mengidentifikasi masalah nyata yang perlu dipecahkan dengan inovasi, aspek kebaruan inovasi, dan bagaimana mengukur hasil/dampak inovasi. Acara tersebut berhasil mengubah pola pikir para pegawai negeri sipil di Provinsi NTT untuk menyadari bahwa inovasi tidak selalu harus berbiaya mahal, menggunakan teknologi tinggi, atau dengan meningkatkan intensitas sumber daya manusia. Beberapa calon inovator dari kantor pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga menyadari bahwa beberapa pekerjaan mereka di masa lalu bisa dianggap sebagai inovasi.

Perubahan pola pikir ini memiliki dampak signifikan untuk promosi inovasi di Provinsi NTT. Pada 1 November 2022, Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan kompetisi inovasi provinsi pertama untuk mengumpulkan dan memilih 10 inovasi terbaik yang sudah diterapkan dan 10 inovasi tahap awal terbaik. Tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk mengakomodasi inovasi baru yang telah tumbuh sebagai hasil perubahan pola pikir para calon inovator. Pada waktu penutupan, Pemerintah Provinsi NTT menerima 86 inovasi dari berbagai dinas di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hasil yang sangat baik ini membuat Pemerintah Provinsi NTT dan tim inkubasi yakin bahwa Provinsi NTT akan berhasil membuat perkembangan signifikan dalam KIPP KEMENPAN-RB 2023 dan IGA Kemendagri 2023. Meskipun Provinsi NTT baru saja mulai menabur dan membina inovasinya, diharapkan mereka dapat segera memanennya untuk memenangkan kompetisi dan, yang lebih penting, untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Bagikan artikel ini pada :

Artikel Terkait

Wordpress Social Share Plugin powered by Ultimatelysocial
Loading...